News

Terungkap! Ini Hasil Uji Balistik Terkait Peluru yang Menewaskan Korban Kerusuhan 22 Mei

Foto: Istimewa

PIAH.COM – Satu jenazah dari delapan korban tewas saat aksi kerusuhan 22 Mei teridentifikasi tertembak peluru tajam. Saat penanganan aksi rusuh ditegaskan bahwa aparat kepolisian tak pernah memakai peluru tajam.

“Terkena peluru tajam,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo.

“Polisi sama sekali tak menggunakan peluru tajam,” tegas Dedi.

Polri menurut Dedi terus melakukan penyidikan untuk mengungkap pemegang senapan yang memuntahkan peluru tajam tersebut. Saat ini kepolisian sudah melakukan uji balistik terhadap peluru yang bersarang di tubuh korban.

Hasilnya mengungkap fakta baru di mana peluru tajam itu jelas bukan dari aparat kepolisian.

Fakta dari pengujian pada proyektil menunjukkan peluru berotasi ke kanan searah jarum jam. Adapun senjata milik polisi selalu memuntahkan peluru yang berputar ke kiri.

“Diduga peluru itu berasal dari senapan buatan Olympic Arms,” ungkap Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Dikutip dari laman Tempo, Moeldoko memaparkan bahwa Olympic adalah pabrik senjata yang berbasis di Washington, DC, Amerika Serikat. Di situsnya, www.olyarms.com, seri senapan serbu M4 Carbine sebagaimana yang disita dari Soenarko dibanderol paling murah US$ 843 atau sekitar Rp 12,5 juta.

“Seri itu bukan tipikal senjata untuk polisi kita,” tutur Moeldoko.

Serangkaian temuan awal dari peristiwa 22 Mei, seperti tembakan kepada demonstran, dijelaskan Moeldoko, mengindikasikan ada pihak yang ingin menciptakan kekacauan seperti 1998 dengan upaya menyudutkan kepolisian.

Pemerintah, seperti penjelasan Moeldoko, bertekad mengungkap dalang intelektual di balik kerusuhan 22 Mei tersebut.

“Kami terus memantau semua pergerakan untuk menjaga keamanan negara,” tegasnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top