News

Viral Hasil Exit Poll di Melbourne, Dosen UI: Itu Hoax, Jangan Dipercaya!

Ilustrasi. Foto: Istimewa

PIAH.COM – Pengamat politik dari Universitas Indonesia Ari Junaedi mengatakan munculnya hoax hasil exit poll di Melbourne akibat ketiadaan aturan KPU terkait hitung cepat di luar negeri. Hal ini akhirnya dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk memengaruhi pemungutan suara di dalam negeri.

“Sebenarnya wajar saja KPU tidak membuat aturan hitung cepat luar negeri. Sebab, dengan DPT yang sedikit di setiap negara, lembaga survei mana yang mau capek-capek bikin exit poll? Misalnya di Melbourne yang cuma 22 TPS, tapi toh informasi yang katanya hasil exit poll di Melbourne itu beredar luas di dalam negeri,” kata Ari di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Ari menaruh perhatian khusus pada informasi yang disebut-sebut hasil exit poll itu dengan hanya mencantumkan nama dan email penyebarnya.

Menurut Ari, hitung cepat seharusnya dilakukan oleh lembaga resmi yang sudah dikenal rekam jejaknya di mata publik. Sebab, untuk hitung cepat di dalam negeri, KPU juga mengharuskan lembaga penyelenggara resmi dan sudah terdaftar.

“Oleh karenanya, kita harus waspada potensi hoaks dari informasi exit poll luar negeri macam begini,” kata Ari.

Kecurigaan Ari ini juga muncul dari tidak adanya informasi lengkap terkait survei yang dilakukan. Misalnya, ambang batas kesalahan (margin of error) dan tingkat kepercayaan.

“Katakan hasil exit poll meleset sekian persen dari hasil resmi KPU, toh kita juga tidak bisa menyalahkan karena margin of error tidak dicantumkan. Makanya saya bilang ini aneh,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa, Komunitas Peduli Pemilu Indonesia di Melbourne rilis hasil kegiatan exit poll terhadap para pemilih di 22 TPS yang berlokasi di KJRI Melbourne hari sabtu, 13 April 2019 pukul 09.00 -17.00 waktu setempat. Exit Poll yang kami lakukan mengambil sampel sebanyak 110 responden secara acak yang terdiri dari 45% responden laki-laki dan 55% responden perempuan sesuai dengan persentase komposisi gender DPT (Daftar Pemilih Tetap) kota Melbourne yang menjadi kerangka acuan kami.

Berdasarkan latar belakang usia, 45.45% responden berusia di bawah 28 tahun, 31.82% berusia 29-38 tahun, 11.82% berusia 39-48 tahun dan 10.91% berusia lebih dari 49 tahun. Exit Poll dilakukan dengan survei wawancara tatap muka yang dilakukan terhadap pemilih yang baru saja menyalurkan hak pilihnya di bilik suara.

Berikut hasil dari kegiatan exit poll yang kami selenggarakan beberapa waktu lalu:

Pilihan Presiden:
Joko Widodo – KH Maruf Amin 80.91 %
Prabowo Subianto – Sandiaga Uno 10.91 %
Rahasia/Tidak Jawab 8.18 %

Kepuasan terhadap kinerja presiden saat ini:
45.45% Sangat puas
42.73 % Cukup puas
4.55% Kurang puas
0.91% Tidak puas sama sekali
6.36% Tidak jawab

Pilihan Partai berdasarkan persentase suara terbanyak:
39.09 % PSI
24.55 % PDI-P
20.00 % Tidak Jawab/Rahasia
6.36 % PKS
2.73 % Golkar
2.73 % PKB
1.82 % Nasdem
1.82 % PAN

Kegiatan exit poll merupakan bentuk kepedulian terhadap proses pesta demokrasi 5 tahunan yang berlangsung untuk memilih pemimpin Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top