Berita Hoax

Viral Medsos Berita Serbuan TKI Asing di PT. IMIP Morowali Adalah Hoax

Foto Sumber: Int

PIAH.COM – Sebelumnya di informasikan dengan adanya isu serbuan tenaga kerja asing (TKA) terutama yang berasal dari China di Morowali, Sulawesi Tengah telah lama menyebar viral di sejumlah media sosial. Bahkan isu TKA di Morowali itu telah menjadi bahan serangan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo karena dianggap hanya mementingkan tenaga kerja asing dibanding tenaga kerja lokal yang masih kekurangan lapangan pekerjaan.

Komisi IX yang membidangi masalah kesehatan dan ketenagakerjaan dengar hal tersebut ikut mengambil sikap dengan mencoba mengunjungi langsung lokasi perusahaan yang disinyalir menampung puluhan ribu TKA di Morowali tersebut. Dengan berdasarkan informasi yang ditelusuri dari postingan akun instagram Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri yang memuat ulang akun instagram Ketua Komisi IX Dede Yusuf @ddyusuf66. Dede menyebutkan telah melakukan kunjungan kerja bersama sejumlah anggota Komisi IX ke PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah.

Dari hasil pengecekan menemukan jumlah TKA yang berada di PT IMIP berjumnlah 2.500 orang, sedangkan untuk pekerja lokal berjumlah 28.000 orang. Untuk penghasilan pekerja lokal sebesar 4 juta dengan lulusan SMA bekerja selama sekitar 6 bulan, dan untuk pekerja dengan masa kerja lebih dari 2 tahun penghasilannya mencapai 10 juta/bulan.

Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf, minggu (8/7/2018) menyatakan bahwa untuk membuktikan apakah benar TKA dari China menyerbu atau menguasai pabrik. Kami datangi semua mulai dari kantin pekerja, mess pekerja China, pabrik, bahkan ruang operator. Jumlah karyawan asing ada 2500 TKA-nya. Sementara pekerja lokalnya mencapai 28.000 orang. Artinya TKA tidak sampai 10% dan memiliki izin kerja yang sah. Ini dibuktikan oleh laporan pejabat Imigrasi Kemenkum HAM di sana.

“Sekarang masih dibutuhkan 10.000 orang tambahan karyawan lagi. Yang semuanya tenaga lokal dan lowongan terbuka untuk umum. Mungkin ada yang berminat?,”imbuhnya Yusuf.

Pemberitaan yang mengenai serbuan tenaga kerja asing (TKA) terutama yang berasal dari China di Morowali, Sulawesi Tengah itu tidak benar alias HOAX. Kemungkinan dulu ketika pembangunan smelter diawal tahun 2014-2016 banyak bersliweran TKA keluar masukdengan kontrak per 2-3 bulan, setelah smelter berdiri, hanya10% TKA saja yang tinggal. Untuk mengklarifikasi terkait adanya transfer Technologi pada perkarja lokal. So once again, tidak diketamukan tanda-tanda adanya serbuan TKA, justru yang banyak malah pekerja local berasal disekitar area Sulawesi.

Dalam kunjungannya mengecek langsung ke PT. IMIP Dede Yusuf beserta rombongan bertemu dengan Bupati dan Ketua DPRD Morowali membahas mengenai pendapatan serta dianjurkan membentuk Satgas Pengawasan TKA.

“Saya juga mendapat penjelasan dari Bupati dan Ketua DPRD tentang pendapatan daerah dan multiplier effect ke daerah yang terasa besar. Bahkan Morowali sempat mendapat angka pertumbuhan ekonomi sebesar 35%. 5 besar tertinggi di Indonesia. Jika hubungan Pemda dan industri bisa berjalan baik, sangat mungkin Morowali ke depan akan menjadi kota industri Metropolitan dengan pendapatan daerah ratusan miliar setahun,” imbuhnya Dede.

Dengan temuan fakta yang dirinya lihat secara langsung sehingga Dede menegaskan bahwa tudingan Serbuan TKA (China) yang selama ini beredar, terbantahkan.

“Kami tidak menemukan serbuan TKA, yang ada justru puluhan ribu pekerja kita yang berasal dari sekitar Sulawesi. Bahkan kami juga sudah minta agar Satgas Pengawasan TKA membuka posko disana. Agar pengawasan terpantau,” tutup Dede.  (wan/piah).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon